Purple Prince

Purple Prince

Rabu, 01 September 2010

Inisiasi Menyusu Dini

1. Inisiasi Menyusu Dini

a. Pengertian

Inisiasi menyusu dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir pada satu jam pertama, bayi dibiarkan merangkak mencari payudara ibu dan membiarkan kulit bayi kontak dengan kulit ibunya (Roesli, 2008).

Inisiasi menyusu dini yaitu menyusui segera dilakukan dalam satu jam pertama setelah kelahiran dengan prinsip dasarnya tanpa harus dibersihkan terlebih dahulu, bayi diletakkan di dada ibunya dan secara naluriah dan mencari payudara ibu dan mulai menyusu (Rosita, 2008).

IMD adalah membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya. Bayi akan melakukan gerakan-gerakan dan mencari puting ibu, memasukkan puting ibu pada mulutnya secara benar dan menghisapnya dalam satu jam pertama kehidupan (Depkes, 2007).

b. Proses Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini

1) Setelah kelahiran plasenta, bayi langsung di letakkan di dada ibu dengan membersihkan bayi kecuali tangannya. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan ibu jadi naik 2 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa ibu yang akan beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah di letakkan di dada ibu biasanya bayi hanya akan diam selama 20-30 menit dan ternyata hal ini terjadi karena bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan (Hasanah, 2009).

Masa tenang yang istimewa ini merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan kekeadaan di luar kandungan. Bonding (hubungan kasih sayang) ini merupakan dasar pertumbuhan bayi dalam suasana aman. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri ibu terhadap kemampuan menyusui dan mendidik bayinya. Kepercayaan diri ayah pun menjadi bagian keberhasilan menyusui dan mendidik anak bersama-sama ibu (Roesli, 2008).

2) Setelah bayi merasa lebih tenang maka secara otomatis kaki bayi akan mulai bergerak-gerak seperti hendak merangkak. Ternyata gerakan inipun bukannya gerakan tanpa makna karena ternyata kaki bayi itu pasti hanya akan menginjak-nginjak perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan perdarahan si ibu.

3) Setelah melakukan gerakan dikakinya bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan ternyata wilayah sekitar puting susu ibu juga memiliki bau yang sama jadi dengan mencium bau tangannya bayi akan membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu dengan ketika sudah mendekati puting si ibu dan si bayi itu akan menjilat dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi untuk membersihkan dada si ibu dari bakteri jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tahu seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.

4) Setelah itu bayi mulai meremas-remas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar.

5) Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu (Hasanah, 2009).

Langkah-langkah melakukan inisiasi menyusu dini menurut Roesli (2008) antara lain :

1) Begitu lahir, bayi diletakkan diperut ibu yang sudah dialasi kain kering.

2) Seluruh tubuh bayi dikeringkan secepatnya termasuk kepala, kecuali kedua tangannya.

3) Tali pusat dipotong, lalu diikat.

4) Vernix (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi.

5) Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu dengan kontak kulit bayi dan kulit ibu. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.


c. Tatalaksana Inisiasi Menyusu Dini

Tatalaksana inisiasi menyusu dini secara umum menurut Selasi (2008):

1) Inisiasi dini sangat membutuhkan kesabaran dari sang ibu, dan rasa percaya diri yang tinggi, dan membutuhkan dukungan yang kuat dari sang suami dan keluarga, jadi akan membantu ibu apabila saat inisiasi menyusu dini suami atau keluarga mendampinginya.

2) Obat-obatan kimiawi, seperti pijat, aroma terapi, bergerak, hypnobirthing dan lain sebagainya coba untuk dihindari.

3) Ibulah yang menentukan posisi melahirkan, karena dia yang akan menjalaninya.

4) Setelah bayi dilahirkan, secepat mungkin bayi dikeringkan tanpa menghilangkan vernix (lemak putih) yang menyamankan kulit bayi.

5) Bayi ditengkurapkan di dada ibu atau perut ibu dengan skin to skin contact (kontak kulit dengan kulit), keduanya diselimuti dan jika memungkinkan dan dianggap perlu si bayi diberi topi.

6) Bayi dibiarkan mencari puting ibu sendiri. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut dengan tidak memaksakan bayi ke puting ibunya.

7) Ibu didukung dan dibantu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu (pre-feeding) yang dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam bahkan lebih, diantaranya:

a) Istirahat sebentar dalam keadaan siaga, menyesuaikan dengan lingkungan.

b) Memasukan tangan ke mulut, gerakan mengisap, atau mengeluarkan suara.

c) Bergerak ke arah payudara.

d) Daerah areola biasanya yang menjadi sasaran.

e) Menyentuh puting susu dengan tangannya.

f) Menemukan puting susu, reflek mencari puting (rooting) melekat dengan mulut terbuka lebar. Bayi dibiarkan dalam posisi skin to skin contact sampai proses menyusu pertama selesai.

8) Bagi ibu-ibu yang melahirkan dengan tindakan, seperti operasi, berikan kesempatan skin to skin contact.

9) Bayi baru dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur, dan dicap setelah menyusu awal. Prosedur yang invasive ditunda seperti suntikan vitamin K dan menetes mata bayi.

10) Dengan rawat gabung, ibu akan mudah merespon bayi. Jika bayi dipisahkan dari ibunya, yang terjadi kemudian ibu tidak bisa merespon bayinya dengan cepat, sehingga mempunyai potensi untuk diberikan susu formula, jadi akan lebih membantu apabila bayi tetapi bersama ibunya selama 24 jam. Makanan atau minuman pre-laktal atau cairan yang diberikan sebelum ASI keluar selalu dihindari.

d. Manfaat Inisiasi Menyusu Dini

1) Manfaat inisiasi menyusu dini menurut Roesli (2008) antara lain :

a) Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara. Ini akan menurunkan kematian karena kedinginan (hypothermia).

b) Ibu dan bayi merasa lebih tenang. Pernafasan dan detak jantung lebih stabil. Bayi akan lebih jarang menangis sehingga mengurangi pemakaian energi.

c) Saat merangkak mencari payudara, bayi memindahkan bakteri dari kulit ibunya dan ia akan menjilat-jilat kulit ibu, menelan bakteri “baik” dari kulit ibu. Bakteri “baik” ini akan berkembang biak membentuk koloni di kulit usus bayi, menyaingi bakteri “jahat” dari lingkungan.

d) Bonding (ikatan kasih sayang) antara ibu-bayi akan lebih baik karena pada 1-2 jam pertama, bayi dalam keadaan siaga. Setelah itu, biasanya bayi tidur dalam waktu yang lama.

e) Makanan awal non-ASI mengandung zat putih telur yang bukan berasal dari susu manusia, misalnya dari susu hewan. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan fungsi usus dan mencetuskan alergi lebih awal.

f) Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusui eksklusif dan akan lebih lama disusui.

g) Kepala bayi dihentakan ke dada ibu, sentuhan tangan bayi di puting susu dan sekitarnya, emutan, dan jilatan bayi pada puting ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin.

h) Bayi mendapatkan kolostrum-ASI yang pertama kali keluar. Cairan emas ini kadang juga dinamakan the gift of life. Bayi yang diberi kesempatan inisiasi menyusu dini lebih dulu mendapatkan kolostrum daripada yang tidak diberi kesempatan. Kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh penting untuk ketahanan terhadap infeksi, penting untuk pertumbuhan usus bahkan kelangsungan hidup bayi. Kolostrum akan membuat lapisan yang akan melindungi dinding usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini.

i) Ibu dan ayah akan merasa sangat bahagia bertemu dengan bayinya untuk pertama kali dalam kondisi seperti ini. Bahkan, ayah akan mendapat kesempatan mengadzankan anaknya di dada ibunya. Suatu pengalaman batin bagi ketiganya yang amat indah.

2) Keuntungan inisiasi menyusu dini bagi ibu dan bayi menurut Depkes (2007) yaitu :

a) Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk bayi

(1) Mengoptimalkan keadaan hormonal ibu dan bayi.

(2) Kontak memastikan perilaku optimal menyusu berdasarkan insting dan bisa diperkirakan :

(a) Menstabilkan pernafasan.

(b) Mengendalikan temperature suhu tubuh bayi.

(c) Memperbaiki atau mempunyai pola tidur yang baik.

(d) Mendorong ketrampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat dan efektif.

(e) Meningkatkan kenaikan berat badan.

(f) Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi.

(g) Tidak terlalu banyak menangis selama satu jam pertama.

(h) Jaga kolonisasi kuman yang aman dari ibu didalam perut bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi.

(i) Bilirubin akan lebih cepat normal dan menyalurkan mekonium lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus BBL.

(j) Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama beberapa jam pertama hidupnya.

b) Keuntungan menyusu dini untuk bayi

(1) Makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal agar kolostrum segera keluar yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

(2) Memberikan kesehatan bayi dengan kekebalan pasif yang segera kepada bayi. Kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi.

(3) Meningkatkan kecerdasan.

(4) Membantu bayi mengkoordinasikan hisap telan dan nafas.

(5) Meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan bayi.

(6) Mencegah kehilangan panas.

(7) Merangsang kolostrum segera keluar.

c) Keuntungan kontak kulit dengan kulit bagi ibu

(1) Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu.

(a) Oksitosin :

- Membantu kontraksi uterus sehingga perdarahan pasca persalinan lebih rendah.

- Merangsang pengeluaran kolostrum.

- Penting untuk kedekatan hubungan ibu dan bayi.

- Ibu lebih tidak merasa nyeri pada saat plasenta lahir dan prosedur pasca persalinan lainnya.

(b) Prolaktin

- Meningkatkan produksi ASI.

- Membantu ibu mengatasi stress.

- Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah menyusui.

- Menunda ovulasi.

d) Keuntungan menyusui dini untuk ibu

(1) Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin.

(2) Meningkatkan keberhasilan produksi ASI.

(3) Meningkatkan jalinan kasih sayang ibu dan bayi.

3) Manfaat yang diperoleh bayi maupun ibu dengan memberikan ASI segera setelah lahir, psikologis maupun fisiologis, menurut Rosita (2008) yaitu :

a) Bagi bayi bersentuhan dengan kulit ibu memberikan kehangatan ketenangan serta nafas dan denyut jantung yang teratur.

(1) Bagi bayi juga memperoleh kolostrum yang kaya dengan antibodi yang dapat berarti bayi memperoleh imunisasi yang pertama.

(2) Kolostrum juga mengandung faktor pertumbuhan yang membantu usus bayi yang berfungsi secara efektif sehingga mikroorganisme dan penyebab alergi lain lebih sulit untuk masuk ketubuh bayi.

(3) Bayi yang disusui dalam satu jam pertama kehidupannya memiliki kesempatan hidup dan lebih mampu bertahan dibanding bayi yang tidak segera disusui. Menyelamatkan lebih dari 1 juta bayi menurunkan AKB.

b) Manfaat untuk ibu sentuhan dan hisapan pada payudara :

(1) Mendorong untuk terbentuknya oksitosin.

(2) Oksitosin menyebabkan kontraksi pada uterus dan mencegah perdarahan.

(3) Oksitosin juga menstimulasi hormon-hormon yang menyebabkan ibu merasa aman dan nyaman serta mendorong keluarnya ASI.

4) Manfaat inisiasi menyusu dini untuk pencapaian tujuan Millennium Development Goals (MDGs)

a) Membantu mengurangi kemiskinan

Inisiasi menyusu dini dapat meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif enam bulan dan lama menyusui. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran orang tua untuk pembelian susu formula.

b) Membantu mengurangi kelaparan

ASI memenuhi kebutuhan kalori 70% untuk bayi 6-8 bulan, 55% untuk bayi 9-11 bulan, dan 40% untuk bayi 12-23 bulan. Pemberian ASI membantu mengurangi angka kejadian kurang gizi dan pertumbuhan terhenti.

c) Membantu mengurangi angka kematian balita

Sekitar 40% kematian balita terjadi pada satu bulan pertama kehidupan bayi. Inisiasi menyusu dini dapat mengurangi 22% kematian bayi 28 hari dan mengurangi angka kematian balita 8,8%. Inisiasi menyusu dini meningkatkan keberhasilan menyusu eksklusif dan lama menyusu sampai dua tahun sehingga dapat menurunkan kematian anak secara menyeluruh (Roesli, 2008).

e. Penghambatan Inisiasi Menyusu Dini

1) Bayi kedinginan

Bayi berada dalam suhu yang aman jika melakukan kontak kulit dengan sang ibu. Suhu payudara ibu meningkat 0,5 derajat dalam 2 menit jika bayi diletakkan di dada ibu.

Berdasarkan penelitian Dr. Niels Bergman (2005) ditemukan bahwa suhu dada ibu yang melahirkan menjadi 1 derajat lebih panas daripada suhu dada ibu yang tidak melahirkan. Jika bayi yang di letakkan di dada ibu ini kepanasan, suhu dada ibu akan turun 1oC. Jika bayi kedinginan suhu dada ibu akan meningkat 2oC untuk menghangatkan bayi.

2) Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk menyusui bayinya

Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta saat menyusu dini membantu menenangkan ibu.

3) Tenaga kesehatan kurang tersedia

Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat melanjutkan tugasnya. Bayi dapat menemukan sendiri payudara ibu.


4) Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk

Dengan bayi di dada ibu, ibu dapat dipindahkan ke ruang pulih atau kamar perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk meneruskan usahanya mencapai payudara dan menyusu dini.

5) Ibu harus dijahit

Kegiatan merangkak mencari payudara terjadi di area payudara. Dan yang dijahit adalah bagian bawah tubuh ibu.

6) Suntikan vitamin K dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonorhoe harus segera diberikan setelah lahir

Menurut American College of Obstetri and Gynecology dan Academy Breastfeeding Medicine ( 2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan bayi.

7) Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur

Menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan bayi. Selain itu, kesempatan verniks meresap, melunakkan, dan melindungi kulit bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan segera setelah lahir. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai menyusu awal selesai.

8) Bayi kurang siaga

Justru pada 1-2 jam pertama kelahirannya, bayi sangat siaga (alert). Setelah itu, bayi tidur dalam waktu yang lama. Jika bayi mengantuk akibat obat yang dikonsumsi ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk bonding.

9) Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai sehingga diperlukan cairan lain

Kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi dilahirkan dengan membawa bekal air dan gula yang dapat dipakai pasa saat itu.

10) Kolostrum tidak baik, bahkan untuk bayi

Kolostrum sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain sebagai imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum melindungi dan mematangkan dinding usus yang masih muda (Roesli,2008).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar