Purple Prince

Purple Prince

Selasa, 30 November 2010

Food Grade and non Food grade

mmmm...
hidup sehat bisa dimulai dari hal kecil,..
dari menjaga hygiene makanan..
dan melihat suatu bahan yang berhubungan dengan makananan food grade ato non food grade..
food grade merupakan yang aman untuk makanan.
dan non food grade yang tidak aman bagi makanan.


mulailah dari sekarang mengurangi makanan dengan pengawet, zat pewarna, bahan2 yang menganduk zat kimia yang merupakan non food grade..

kalo kita beli bakso, dan malas makan di warungnya, dan bakso itu biasanya dibungkus dengan plastik, pernahkah berfikir bahwa kita makan bakso plus zat2 kimia dalam plastik??
dan dari sekarang marilah kita mengurangi pemakaian plastik untuk makanan yang panas dan juga berminyak, karena bahan plastik merupakan non food grade yang jika terkena panas maka zat2 kimia dalam plastik juga akan tercampur dengan makanan, dan itu sangat berbahaya..

jadi, kalo pengen bungkus bakso, soto ato apalah yang panas, bawa rantang sendiri j, tpi jangan rantang plastik, sama j bo'ong kalu t..
Kurangi kontak langsung plastik dengan makanan yang panas dan berminyak, itu cara yang mudah untuk mengurangi terkontaminasinya makanan dengan zat2 kimia dalam plastik.
"Aduh, tyuz alat makan plastik dirumah g bisa dipakai dumz?"a
eitz, g masalah, kita bisa memakainya kalu makananya dingin kuqi ..
Pokoknya hindari memakai alat makan plastik buat makanan yang panas dan berminyak.
Oke mamen??

ini tanda2 plastik aman :
1. ada tanda segitiga dengan angka 4/5 ditengah
2. ada tanda food grade (gambar sendok dan garpu)
3. warna plastik biasana agak butek ato keruh
seperti ini contohnya:


tapi walaupun plastik bertanda diatas aman, tetaplah mengurangi pemakaian plastik dalam peralatan makan,..

hidup food grade dan health life!!

Senin, 22 November 2010

cara jitu menuju interview

hadu, besok kamis interview kerja pertama DK..
deg2an iki..
blom tau apa2
dan bingung, plus nervous..

nah dari hasil googling, skg Dk dapet kiat2 buat ngadepin interview kerja..

Apa saja sebenarnya yang harus dipersiapkan oleh para pencari kerja untuk menghadapi Job Interview? Karena sebaik apapun berkas lamaran yang telah dipersiapkan apabila tidak didukung oleh kemampuan mengemas performansi anda secara keseluruhan maka pasti hasilnya tidak memuaskan. Proses ini sering menjadi babak penentu keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk melangkah ke proses selanjutnya. Job Interview bisa dilakukan di awal atau diakhir proses rekruitmen, mengingat hal ini merupakan salah satu tahapan dari keseluruhan penerimaan karyawan baru disebuah perusahaan, posisinya sama pentingnya dengan tahapan-tahapan tes yang lain. Oleh karenanya saat pelamar memutuskan untuk mencoba melamar sebuah posisi di perusahaan maka sebaiknya selain persiapan yang berkaitan dengan surat lamaran dan berkas-berkas yang dibutuhkan maka yang tidak kalah penting sebenarnya adalah persiapan mental.
Sebelum Wawancara
1. Masuklah ke ruangan setelah terlebih dahulu mengetuk pintu baik dalam keadaan terbuka atau tertutup. Melangkahlah dengan yakin.
2. Jangan lupa pada saat masuk tersenyumlah pada orang yang akan menginterview anda. Hal ini akan sangat membantu mengurangi rasa gugup serta menciptakan suasana hangat.
3. Jabat tangan pewawancara sesuai dengan kekuatan genggamannya
4. Jangan duduk sebelum dipersilahkan oleh pewawancara
5. Duduklah dengan tenang dan gentle
6. Letakkan barang bawaan anda di bawah tempat duduk bukan diatas meja, matikan hp dan sebaiknya anda tidak mengenakan jaket.
7. Kenakan pakaian formal kemeja lengan panjang yang tidak mencolok, bagi laki-laki. Serta blazer atau atasan blouse sederhana dengan bawahan senada atau bawahan lebih gelap dengan warna-warna natural bagi wanita.
8. Kenakan make up dengan warna natural, tidak perlu berusaha mengesankan pewawancara dengan mengenakan lensa kontak, kutek warna-warni, atau bulu mata palsu. Karena akan membuat anda terlihat sangat tidak profesional.
9. Jangan merokok atau mengunyah permen karet

Saat Wawancara
1. Bicara dengan bahasa formal, tegas, intonasi sedang sehingga dapat didengar dengan jelas serta jangan terburu-buru dalam menjawab setiap pertanyaan
2. Dengarkan terlebih dahulu secara keseluruhan pertanyaan pewawancara sehingga kita dapat memberikan jawaban singkat, padat dan tepat. Usahakan tidak memotong pertanyaan pewawancara, dan dengan mendengarkan keseluruhan pertanyaan maka kita terhindar dari permintaan untuk mengulang pertanyaan. Karena akan mengesankan anda tidak siap.
3. Lakukan kontak mata dengan pewawancara, jangan menunduk.
4. Tunjukkan anda sangat berminat dengan perusahaan tersebut, dengan menjawab pertanyaan dengan antusias
5. Jangan hanya menjawab dengan kata-kata ya, tidak, tidak tahu atau dengan bahasa isyarat mengangguk atau menggeleng. Usahakan untuk mengembangkan jawaban sehingga anda terlihat menguasai keadaan.
6. Akhiri wawancara dengan ucapan terima kasih serta menjabat tangan pewawancara.

Hal-hal penting :
1. Jangan lupa selalu siapkan CV dan surat lamaran anda
2. Usahakan datang minimal 10 menit sebelum wawancara dimulai, jangan pernah terlambat. Akibatnya sangat fatal, tidak semua perusahaan memberi kesempatan kedua.
3. Gali info sebanyak-banyaknya mengenai perusahaan yang akan anda datangi, cari diinternet tentang profil perusahaan, bidang kerja,produk,tarif, keunggulan. Kita tidak pernah tahu apa pertanyaan yang akan diajukan bukan? Paling tidak informasi tambahan ini untuk amunisi cadangan kita dan menambah rasa percaya diri kita.
4. Latih jawaban anda mulai sekarang, komitmen anda berlatih akan sangat menentukan hasilnya nanti karena komunikasi bukan sesuatu hal yang secara instan kita dapatkan.

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh perusahaan:
1. Bagaimana anda menggambarkan diri anda?
2. Menurut anda apa kelemahan dan kekurangan diri anda?
3. Darimana anda mendapatkan informasi tentang perusahaan ini?
4. Menurut anda apakah profesionalisme itu?
5. Apa yang anda lakukan jika anda diterima bekerja di perusahaan ini?
6. Mengapa anda berhenti dari pekerjaan lama anda?
7. Apa yang membuat anda tertarik untuk bekerja disini? dsb
- Hindari membicarakan kekurangan atasan atau perusahaan lama, karena hal itu mencitrakan kita kurang professional.
- Jangan membuka topik pembicaraan masalah gaji sampai anda ditanya mengenai hal itu. Karena mengesankan kita lebih suka menuntut apa yang bisa diberikan perusahaan kepada kita.
- Jika ditanya masalah gaji, sebaiknya jawab jumlah nominal yang anda inginkan sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kerja anda. Jangan meminta jauh melebihi kemampuan anda, sebaliknya jangan pernah berkata mau digaji berapapun asal bisa diterima bekerja diperusahaan ini, karena siapapun orangnya patut untuk dihargai. Jangan lupa carilah info tentang standard biaya hidup dan UMR (Upah Minimum Regional) dimana anda akan bekerja nantinya.
- Jika dibuka sesi pertanyaan, pergunakan kesempatan ini untuk bertanya. Tanyakan hal apa saja yang ingin anda ketahui seputar posisi yang lamar atau hal-hal lain yang berkenaan dengan kepastian kapan kira-kira anda akan dihubungi untuk mengikuti tes selanjutnya.


bismillah, semoga saja interview pertama ini sukses dan ketrima kerja,..
amien2..
semangat..
semoga bermanfaat juga y infonya..